Telkom LoRaWAN Untuk Asset Tracking


Berbagai sektor bisnis mengimplementasikan Internet of Things untuk asset tracking. Terutama bisnis yang performanya bergantung pada aset berjalan dan peralatan yang volumenya besar. Sistem asset tracking berbasis Internet of Things diprediksi akan semakin populer dengan perkiraan jumlah yang mencapai 267 juta wireless tracker aktif di tahun 2027. 

Manfaatkan Telkom LoRaWAN Network untuk Memonitor dan Melacak Aset Perusahaan Anda

Jika Anda belum memanfaatkan Internet of Things untuk memonitor aset Anda, artikel ini akan menjelaskan manfaat Telkom LoRaWAN Network untuk asset tracking perusahaan Anda.

Asset tracking dengan Telkom LoRaWAN Network dapat meningkatkan kualitas manajemen inventaris sebuah perusahaan. LoRaWAN Network memanfaatkan jaringan internet sehingga pekerjaan-pekerjaan operasional yang kompleks dan memakan waktu dapat dikerjakan secara otomatis oleh mesin. Contoh sederhananya seperti mendeteksi lampu jalan umum yang rusak dan monitoring konsumsi listrik.


Fitur-fitur Telkom LoRaWAN Network yang Bisa Diterapkan untuk asset tracking

Jika perusahaan Anda bergerak dibidang B2B, maka Telkom LoRaWAN adalah layanan IoT yang tepat untuk Anda. Device yang digunakan akan di uji coba di lab IoT telkom sebelum diproses lebih lanjut.

Pengumpulan data secara real time

Teknologi Internet of Things membuat setiap aset dapat dilacak. Setiap aset dapat mengirimkan informasi tentang lokasi keberadaannya dan bagaimana aset tersebut digunakan secara real time karena tersambung dengan sistem komputer. Karena sifatnya machine to machine, semua data yang dikumpulkan akan berformat teks dan Anda hanya dapat membacanya menggunakan platform Antares milik Telkom.

Monitoring performa asset

Monitoring asset dapat dilakukan setiap saat. Laporan ini dapat membantu perusahaan untuk mengkalkulasi biaya pemeliharaan dan operasional secara lebih detail.

Sebagai contoh, Anda memiliki Gudang penyimpanan makanan beku. Dalam laporan monitoring ditemukan bahwa pendingin merk A mengalami kerusakan 3 kali lebih banyak dibandingkan peralatan merk B dalam waktu 1 bulan.

Hasil laporan ini dapat membantu Anda membuat keputusan di masa mendatang untuk membeli inventaris yang memiliki kinerja lebih baik agar menghemat biaya pemeliharaan.

Dengan sistem uplink, data akan dikirimkan dari end device yang akan diterima oleh Gateway, kemudian diteruskan ke network server hingga akhirnya sampai ke application server.

Penggunaan uplink relatif kecil dan tidak melebihi batas yang ditentukan oleh Lora alliance. Anda dapat menggunakan fitur ini untuk mengirimkan data aset Anda. Misalnya, gudang penyimpanan makanan beku dapat selalu mengirimkan data berupa temperatur ruang dan tingkat kelembapan udara saat itu.

Otomatisasi perintah

Setelah mendapatkan data dari lapangan melalui uplink, maka perintah dapat dikirimkan dengan fitur downlink yaitu dari application server menuju ke gateway dan Kembali ke end device. Jadi, jika ruang penyimpanan makanan beku sudah terbaca, maka Anda dapat mengatur temperatur pendinginnya secara otomatis. Fitur ini meminimalkan operasi secara manual yang berpotensi kelalaian. Manajemen aset menjadi efisien karena tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan pencatatan dan mengambil tindakan.

Optimasi alat

Manajemen aset dengan bantuan komputer memungkinkan tingkat kendali yang lebih baik atas bagaimana peralatan digunakan dan dipelihara. Gateway LoRa dapat menampung lebih dari satu sensor. Seluruh aset Anda dapat mengirimkan data secara real time dalam 1 gateway. Bahkan gateway ini mampu mencapai radius 15 km di daerah yang terhalang konkret seperti gedung atau pepohonan tinggi di hutan belantara.

LoRa Gateway akan diletakkan di tower yang memungkinkan wilayah coverage yang sangat luas.

Harga terjangkau

LoRaWAN Network memiliki harga konektifitas yang murah dan device yang terjangkau. Harga ini disesuaikan dengan device yang digunakan nantinya.


Fleksibilitas Telkom LoRaWAN Network

Keunggulan LoRaWAN terletak pada fleksibilitas teknologinya sehingga dapat diterapkan di berbagai sektor industri. Berikut adalah beberapa penerapannya.

Bidang manufaktur

Manajemen aset secara otomatis dapat membantu melacak, mengatur dan menemukan peralatan yang digunakan di perusahaan manufaktur. Tugas-tugas ini akan sangat sulit dan memakan waktu jika dilakukan secara manual oleh personel pabrik.

Perusahaan manufaktur dapat menjalankan kegiatan operasional sambil tetap merekam aktivitas inventaris dengan lengkap. Pelacakan secara otomatis memastikan setiap peralatan yang digunakan sesuai jadwal dan kebutuhan.

Bidang pariwisata

Bisnis pariwisata indonesia yang begitu banyak dapat mengontrol proses pelacakan aset housekeeping maupun peralatan dalam conference room secara praktis sehingga kenyamanan para tamu selalu terpenuhi

Bidang hukum

Banyak hal yang perlu diawasi secara ketat di bawah hukum. Seperti peralatan hibah maupun obat-obatan yang memiliki regulasi. Semua aset yang sensitif ini dapat menggunakan sistem pencatatan yang lengkap sehingga meminimalkan resiko penyalahgunaan.

Bidang pendidikan

Setiap institusi sekolah baik negeri maupun swasta memerlukan sistem pelacakan aset yang dapat senantiasa memantau keberadaan alat elektronik seperti laptop maupun gadget lainnya. Begitu pula dengan laboratorium penelitian yang dapat menggunakan LoRaWAN untuk control akses masuk menuju ruang penyimpanan bahan lab yang sensitif.

Setiap organisasi perlu mengambil pendekatan berbeda untuk manajemen aset. Untungnya, sistem pelacakan aset berbasis IoT seperti LoRaWAN Network adalah platform fleksibel yang dapat beradaptasi dengan banyak kasus penggunaan yang berbeda.


LoRaWAN Network Telkom mempunyai berbagai fitur seperti:

Site Access Management (smart lock, dan lainnya)

Smart locks untuk memonitor dan mengontrol siapa saja yang keluar masuk pabrik dengan membuat ID khusus untuk nama karyawan tertentu yang boleh masuk, mencatat log karyawan, serta periode aksesnya

In-site Asset Monitoring (cabinet, daya, dan lainnya)

Control box dengan monitor LoRa memungkinkan untuk mengetahui pergerakan peralatan dan aset lain serta mengotomatisasi akses terbatas menuju pintu cabinet.

Outdoor Asset Monitoring (cupper cables di bawah tanah maupun di udara)

Sensor LoRa dapat membuka, menutup serta memonitor aset bawah tanah maupun udara dengan menggunakan sensor akselerometer.

Sistem manajemen aset otomatis dapat merampingkan kebutuhan kerja perusahaan manapun.

Karyawan dapat fokus pada pekerjaan yang lebih produktif sementara sistem manajemen aset mengoptimalkan penggunaan peralatan dan meningkatkan akuntabilitas karyawan. Untuk menerapkan sistem ini dengan benar, dibutuhkan perencanaan matang namun manfaatnya sangat besar. Apakah Anda ingin mempelajari cara menerapkan sistem tracking asset di perusahaan Anda? Hubungi kami untuk mengetahui lebih lanjut seputar Telkom LoRaWAN Network Asset Tracking


Share This News

Comment