Precision Farming: Pengertian dan Manfaatnya


Tahukah Anda apa arti precision farming dan apa pentingnya untuk negara agricultural seperti Indonesia? Berikut adalah penjelasan tentang bagaimana precision farming dapat mengubah pertanian dengan disrupsi dari teknologi. 

Apa itu precision farming?

Precision farming adalah sebuah istilah bercocok tanam menggunakan strategi dan tools untuk mengoptimalkan kualitas media tanam dan meningkatkan produktivitas pertanian dengan bantuan teknologi. Dinamakan precision atau tepat (presisi) – karena proses penanaman dilakukan di waktu yang tepat, sesuai kebutuhan yang spesifik, agar memperoleh hasil yang tepat pula.

Precision farming mengandalkan peran teknologi yang besar mulai dari mengumpulkan data dan mencari solusi agar produksi sawah dapat sesuai target. Akhir-akhir ini precision farming sering disebut dengan agrikultur 4.0. Mengapa? Karena proses bercocok tanam yang melibatkan teknologi ini menjadi sebuah konsep penting, terlebih di negara agraris seperti Indonesia. 

Precision farming memberikan keuntungan bagi industri dan lingkungan

Tujuan utama precision farming adalah menghasilkan panen yang berkualitas dengan sumber daya yang sedikit. Ada beberapa keuntungan precision farming dari segi industri dan lingkungan:

  • Untuk sektor industri: pelaku usaha dapat mengoptimalkan sumber daya alam mereka dan mengurangi sampah. Performa lahan dapat ditingkatkan tanpa harus memberdayakan banyak SDM. 

  • Untuk lingkungan: penggunaan pupuk dan herbisida dapat dikurangi karena hasil panen sudah berkualitas tanpa pemakaian bahan kimia yang berlebih. 

Lalu, apa manfaat precision farming untuk bidang agricultural secara keseluruhan?

  • Adanya tolak ukur untuk sebuah keberhasilan panen

Precision farming mengandalkan teknologi di hampir setiap langkahnya. Kelebihan teknologi ini adalah tools digital yang dapat memonitor metrik metrik yang sudah ditetapkan, seperti tingkat curah hujan, sampel tanah, kebutuhan nutrisi, dan lain sebagainya. informasi ini tentunya sangat penting daripada sekedar melakukan perkiraan saja. Tetapi solusi yang diberikan selalu tepat untuk tanaman. 

  • Meningkatkan efisiensi pengambilan keputusan

Ketika para petani dan pelaku usaha agrikultur memberdayakan teknologi seperti IoT, mereka mendapatkan akses data yang tidak bisa didapatkan secara kasat mata. Data ini dapat mengidentifikasi pola dan memprediksi potensi resiko gagal panen jauh sebelum musim panen.

  • Akses data pertanian

Dengan teknologi IoT, tak hanya mendapatkan informasi penting untuk panen yang berkualitas tetapi juga manajemen pertanian yang terhubung di seluruh penjuru negeri.  

  • Perlindungan tanaman yang lebih baik

Precision farming juga melindungi tanaman dari hama yang beresiko menggagalkan panen dan mengontrol pemakaian herbisida secara efisien. 

Teknologi precision farming dengan Telkom IoT

Precision farming menitikberatkan kepada penggunaan teknologi dan terhubung dengan Internet of Things. Bagaimana IoT dapat bekerja untuk pertanian?

  • IoT dapat mengumpulkan data secara real time

Solusi IoT Telkom memungkinkan monitoring secara real time untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan demi efisiensi operasional. Solusi IoT dapat memonitor dan menganalisa kondisi lahan dengan metrik tertentu. Selain itu, solusi IoT dapat dikembangkan untuk memonitor ternak, peralatan berat dan berbagai sumber daya yang diperlukan untuk bercocok tanam dengan baik. Peralatan yang telah terkoneksi dengan baik mampu mendeteksi kekurangan nutrisi pada tanaman agar dapat lebih cepat ditangani. 

  • Mengoptimasi proses bercocok tanam 

Precision farming membantu para petani untuk mengumpulkan data lewat sensor dan menganalisa informasi berharga untuk mengoptimalkan proses bercocok tanam hingga panen. Jika ada permasalahan selama masa tanam, data yang diolah dapat dievaluasi secara real time dan diobservasi dengan teliti sebelum memutuskan solusi yang tepat. 

Mulai dari irigasi, kontrol hama, operasional sampai penyimpanan hasil panen pun dapat dimonitor sehingga para petani memiliki sistem manajemen dari hulu ke hilir. 

Contoh kasus:

1. Penggunaan drone 

Salah satu cara untuk mengontrol lahan adalah dengan penggunaan drone khusus untuk agrikultur. Alat ini menggunakan infrared dan sensor serta sistem pencitraan untuk memetakan lahan. Kelebihan dari drone adalah kemampuannya mendeteksi permasalahan di lahan yang tidak bisa dilakukan oleh mata manusia. 

2. Pemeriksaan kondisi tanah

Sensor lingkungan yang disematkan di wilayah lahan pertanian dapat membantu merekam perubahan iklim dan kelembaban tanah. 

3. Alat tani yang terotomatisasi dengan pemasangan sensor

Solusi IoT Telkom dapat digunakan untuk membuat mesin dan peralatan pertanian jadi lebih modern dari segi teknologinya. Dalam precision farming, sistem ini dapat meningkatkan efisiensi lahan dan mengurangi biaya produksi sekaligus hemat biaya bahan bakar. 

Terintegrasi dengan GPS, traktor dan alat berat pertanian lainnya dapat dipakai untuk menyebarkan pupuk, dan membajak sawah dengan baik. Precision steering memungkinkan mesin yang semi otomatis sehingga operator dapat mengendalikan traktor dari jarak jauh karena laju tractor sudah berdasarkan GPS yang telah diatur sebelumnya. Para operator bisa memonitor semua kinerja hanya lewat 1 layar saja. 

Precision farming adalah pendekatan mutakhir yang melibatkan data, sensor, dan peralatan yang terhubung dengan solusi IoT Telkom. Akses menuju teknologi ini memudahkan para petani dalam menjalankan pekerjaannya sehari-hari, mengontrol prosesnya dan mengoptimalkan hasil panen.


Share This News

Comment