Monitoring Shipment dengan Sensor Lorawan Indonesia


Dulu, sulit untuk memonitor pergerakan sebuah paket dari satu titik ke titik lainnya. Ada banyak risiko mulai dari kerusakan hingga kehilangan yang tidak dapat diketahui bagaimana dan di titik mana hal tersebut bisa terjadi. Berkat kemajuan teknologi shipment monitoring, industry logistik pun kini dapat lebih mudah untuk melakukan pekerjaannya. Selain dapat memantau semua pergerakan barang, baik besar maupun kecil, perusahaan logistic juga mampu menjaga kualitas barang kiriman saat berada dalam perjalanan jauh sekalipun. 

Pihak ekspedisi pun sangat merasakan manfaat dari teknologi semacam ini. Meskipun teknologi seperti RFID dan bar code masih relevan hingga saat ini – namun adanya teknologi satelit dan seluler membuat pengiriman barang menjadi aman dan dapat dilacak secara real time. 

1. Meminimalkan resiko kehilangan muatan atau pencurian paket

Ketika barang dipindahkan secara jarak jauh dalam jangka waktu yang lama, akan ada resiko hilang atau dicuri. Tapi dengan sensor Lorawan, perusahaan ekspedisi dapat melacak keberadaan barang dan berapa lama lagi barang tersebut tiba di lokasi pengiriman. Tidak hanya itu, Lorawan memberikan perspektif yang berbeda karena pengirim dapat mengakses tampilan satelit untuk melihat skema peta. Fitur pelacakan ini juga tidak membutuhkan daya besar dan menembus wilayah yang susah sinyal sekalipun.

2. Memantau kondisi muatan

Muatan seperti makanan, obat, hewan ataupun paket-paket yang sifatnya sensitif tentu membutuhkan perhatian lebih. Sensor Lorawan mampu mendeteksi suhu udara di dalam paket dan mengirimkan data ini ke gateway sehingga bisa diketahui apakah ada anomali atau tidak.

Adanya notifikasi yang cepat dapat memberikan solusi agar tidak terjadi kerusakan pada paket. Kecepatan dan ketepatan ini sangat dibutuhkan dalam pengiriman barang dari dan ke luar negeri. Sensor juga dapat diatur berdasarkan rute dan waktu sehingga perusahaan ekspedisi dapat menetapkan durasi tiap drop point dan memprediksi jadwal kedatangan barang.

Dengan solusi IoT, setiap perangkat dapat dilacak via internet dan terhubung satu sama lain. 

3. Meningkatkan kualitas dan konsistensi produk

Dengan fitur tracking dan monitoring, pengiriman tidak mengurangi kualitas barang karena dapat dilacak dan dipertahankan kondisinya. Adanya sensor Lorawan memungkinkan sebuah barang tiba di tempat tujuan dalam kondisi terbaiknya. 

4. Mengurangi biaya penyimpanan

Dengan adanya pengukur suhu dan sensor yang mengirim data secara real time, maka biaya warehouse dapat dikurangi karena barang tidak perlu dikeluarkan untuk pengecekan berulang-ulang. 

5. Tetap proaktif saat ada disrupsi dalam produksi

Disrupsi sering terjadi saat proses pengiriman barang. Namun dengan adanya sensor Lorawan, sebuah insiden yang terjadi selama pengiriman berjalan dapat lebih cepat diketahui. Dengan adanya data real time yang dapat diperoleh di gateway, perusahaan dapat melakukan tindakan cepat agar tidak terjadi kerusakan bahkan kehilangan barang. 

6. Menghindari kehabisan stok

Baik bisnis retail maupun manufaktur dapat memanfaatkan IoT shipment monitoring untuk menghindari kehabisan stok. Dengan adanya notifikasi dari sensor, perusahaan dapat melakukan estimasi kedatangan stok sehingga tidak berdampak pada rantai penjualan. 

7. Meningkatkan layanan konsumen

Ketika Anda tahu apa yang benar-benar terjadi di lapangan, akan lebih mudah menginformasikan perihal keterlambatan barang kepada konsumen. Selain memastikan pengiriman untuk selalu on-time, teknologi Iot memungkinkan Anda untuk mencari solusi cepat untuk berbagai permasalahan yang dapat mengurangi kredibilitas perusahaan dan meningkatkan kepuasan konsumen.

Teknologi LoRaWAN memungkinkan analisa data secara real time dan saling terhubung, serta melaporkan berbagai metrik seperti geo lokasi berkat fitur long range.

Cara kerja LoRaWAN Indonesia dalam memonitor shipment

  1. Sensor pergerakan LoRaWAN disematkan pada paket untuk mengetahui lokasi dan pergerakannya. Beberapa paket khusus yang bersifat sensitif seperti makanan atau obat-obatan, disematkan sensor tambahan seperti temperatur dan tekanan udara.

  2. Gateway berbasis LoRaWAN mengambil data dari paket secara periodik lewat transmisi sensor

  3. Gateway mengirimkan informasi ke cloud server untuk dianalisa oleh aplikasi 

  4. Aplikasi mengirim peringatan ke perusahaan ekspedisi atau retailer via perangkat seluler atau computer

LoRaWAN memonitor pengiriman dengan fleksibel dan harga yang terjangkau. Selain itu, sensor LoRaWAN tidak membutuhkan batere ataupun GPS sehingga memudahkan pelacakan secara akurat bebas gangguan. Untuk logistik yang lebih cerdas dan menambah nilai produk Anda, gunakan teknologi LoRaWAN! 


Share This News

Comment